PESAWARAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Teluk Pandan, Rabu 29 April 2026.
Hasilnya sungguh sangat mencengangkan. Sejumlah dugaan pelanggaran serius terungkap, mulai dari masalah higienitas makanan hingga pengelolaan limbah yang dikeluhkan warga.
Sidak ini dilakukan menyusul membludaknya laporan masyarakat, baik dari penerima manfaat maupun warga sekitar dapur. Bahkan, keluhan yang masuk tidak main-main, makanan diduga tak layak konsumsi hingga bau limbah menyengat yang mencemari lingkungan.
Fokus pemeriksaan tertuju pada dua dapur MBG di Desa Hanura, yakni Dapur MBG 001 dan Dapur MBG 002. Kedua fasilitas ini sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah siswa, termasuk dari SMAN 1 Teluk Pandan, setelah ditemukan benda asing berupa lintah dalam sayuran yang disajikan.
Temuan tersebut sontak memicu kekhawatiran. Program yang semestinya menjamin asupan gizi justru diduga mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Tak berhenti di situ, persoalan limbah juga menjadi sorotan tajam. Warga sekitar mengaku resah dengan bau tak sedap yang diduga berasal dari sisa makanan dan limbah cair dapur yang tidak dikelola dengan baik.
Kondisi ini dinilai telah mengganggu kenyamanan bahkan berpotensi mengancam kesehatan lingkungan.Dari hasil sidak, Komisi IV DPRD Pesawaran menemukan fakta bahwa kedua dapur MBG tersebut belum mengantongi sejumlah izin operasional penting, termasuk terkait standar higienitas dan pengelolaan limbah.
Ketua Komisi IV DPRD Pesawaran, Rinaldi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. “Ini masalah serius. Program untuk kesehatan anak-anak tidak boleh dijalankan asal-asalan. Kami akan panggil pengelola dan instansi terkait untuk memastikan semua standar dipenuhi,” tegasnya.
Rinaldi juga memberi tenggat waktu satu bulan kepada pengelola untuk segera melengkapi seluruh perizinan.
Sementara itu, anggota Komisi IV, Saifudin, secara khusus menyoroti kondisi Dapur MBG 002 yang dinilai paling bermasalah dalam hal pengelolaan limbah. “Kami minta segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban bau menyengat akibat kelalaian pengelola,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan, jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat, DPRD tidak menutup kemungkinan merekomendasikan penghentian sementara operasional dapur tersebut.
Sidak ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola program MBG di Pesawaran. “Program yang bertujuan mulia ini diharapkan tidak justru berubah menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat,” tutupnya. (Rls)









